Selamat Datang di Blog Kajian Sastra Daerah

Sabtu, 02 Juni 2012

jenis-jenis dongeng

2.7    Jenis-Jenis Dongeng
Berdasarkan isinya dongeng digolongkan atas beberapa jenis yaitu mite, legenda,sage, fabel, parabel, dongeng alam, dongeng tentang peri dan hantu (ghots), dan dongeng jenaka
.
    Mite atau Mitos
Istilah maite arau mitos dalam bahasa Indonesia berasal dari “mytos” (Yunani) yang berarti cerita dewata, dongeng terjadinya bumi denga segala isinya atau diambil dari bahasa Inggris “myte” : story, handed dowmn fremm old times, about the early  beliefs of a rice (cerita yang meriwayatkan zaman purbakala yang dipercayai suatu bangsa sampai kini).
Sarjana Perancis P.Saintyvs berpendapat, mythos adalah cerita tentang terjadinya dunia dengan segala isinya (Prof. Dr. Sutjipto W. 1964: 97). Mitos jadi sumber segala dongeng. Dari sejarahnya diketahui mitos pada mulanya hanya dikisahkan pada peristiwa-peristiwa yang telah ditetapkan oleh rekigi yang dianut oleh suatu suku bangsa atau masyarakat suatu daerah, misalnya pada pergantian tahun, musim menanam atau memotong padi dan lain-lain.

    Legenda
Istilah legenda dari kata “legend” (Inggris). Dalam Kamus Rider’s dictionary oleh Hornby, legend berarti “old storu handed dewa from the pasy esp : one deuftful truth” (cerita purbakala yang meriwayatkan tentsng masa lalu yang belum pasti terjadi kebenarannya.
Dalam sastra Indonesia legenda diartikan (cerita fantasi) yang dihubungkan dengan kenyataan di alam yang belum tentu kebenarannya. Menurut Dr. Yus Badudu (Sari Indonesia) legenda adalah dongeng yang dicari-cari hubungannya dengan kenyataan-kenyataan dalam alam. Misalnya batu karang yang menyerupai kapal rusak, dihubung-hubungkan dengan cerita anak yang durhaka kepada ibunya dan kapalnya karam. Maka lahirlah cerita si Malin Kundang atau cerita si Kantan.

    Sage
Istilah sage di dalam kamus Rider’s Dictionary disebut ”saga” (old story of  hersic deeds – cerita lama tentang perbuatan kepahlawanan). Peristiwa-peristiwa kepahlawanan itu bagian dari sejarah.
Dr. Yus Babudu mengartikan sage sebagai dongeng yang mengandung sedikit unsur-unsur sejarah didalamnya dan dihiasi dengan kesaktian dan keajaiban. Jadi sage merupakan cerita khayal yang mengandung unsur sejarah.

    Fabel
Dongeng mengenai kehidupan binatan yang dilukiskan dapat berbuat dan berbicara seperti manusia. Meskipun ceritanya tentang  kehidupan dunia binatang, ia merupakan simbolik dari kehidupan manusia. Fabel banyak mengandung ajaran hidup (didaktik) bagi kehidupan manusia.
Kesusastraan Indonesia cukup kaya dengan cerita – cerita binatang ini, misalnya cerita si Kancil atau Pelanduk dengan prilakunya yang cerdik, jenaka, dan sebagainya yang amat populer di masyarakat Indonesia. Selain fabel yang asli, sastra Indonesia juga mendapat pengaruh dari cerita –  cerita binatang seperi Panca Tantra atau  Panca tandran (pengaruh India) dan fabel dalam hikayat Bakhtiar (pengaruh Parsai).

    Parabel
Dongeng atau cerita khayal yang mengandung ajaran putra dan bersifat didaktik. Parabel ini berasal dari istilah dalam bahasa Inggris parable story designed to teach amoral Lesson (Hornby,1972: 368).
Maka ditinjau dari fungsi didaktiknya cerita –cerita burung bayam, 1001 malam, hikayat Lukman Hakim, Kancil yang cerdik,dan lain-lain tergolong parabel.

    Dongeng Alam (Asal mula sesuatu)
Sebuah cerita fantasi mengenai kejadian – kejadian alam seperti terjadinya gempa bumi, gerhana bulan, gunung meletus, dan lain-lain.
Dongeng ini muncul dalam kebudayaan primitif tatkala manusia masih terbatas dan sederhana cara berpikirnya. Pemikiran orang-orang primitif ini kerapkali dipengaruhi emosi manakalah penalaran mereka kurang dapat memecahkan gejala – gejala alam. Terjadinya gempa bumi, gunung meletus, gerhan bulan, badai topan, dan sebagainya menurut pemikiran mereka karena di balik alam semesta ini ada semacam kekuata gaib (supernatural) yang mahadasyat, dan dapat juga menolong manusia, sehingga untuk memperoleh keselamatan dari kekuatan gaib untuk mereka mempercayainya, menghormati dan memuja kekuatan gaib yang ada di dalam gejala-gejala alam itu. Hal ini dilakukan lewat tradisi religi dan upacara-upacaranya, dan diekspresikan juga dalam dongeng alam dan juga dongeng peri (makhluk-makhluk halus). Umpamanya dongeng Gerhana Bulan, Gempa Bumi dan lain-lain.


    Dongeng Peri
Dongeng yang melukiskan tentang kehidupan makhluk-makhluk halus, peri, dan semacamnya. Dalam bahasa Inggris dongeng-dongeng makhluk halus dan peri ini disebut fair tale: untrue story: tale abaout fairies (fair: amall imaginary being (usu, famele) with magic power – Hornby, 1972: 191). Dalam sastra Indonesia cerita-cerita ini misalnya dongeng Kuntilanak, Harimau Jadian, dan lain-lain.

    Dongeng Jenaka atau Dongeng Humor
Cerita fantasi tentang kehidupan orang-orang yang karena kepandaian, kejenakaan ataunsering mengalami suka-duka bahkan kerugian dalam hidup mereka. Dengan ini memberi tamzil bagi kehidupan manusia untuk selalu berhati-hati dan arif dalm kehidupan agar tidak mendapat kesusahan. Contoh- contoh cerita ini: pak  pandir , pak Belalang, Lebai malang, dan lain-lain. Dari pengaruh sastra asing (Arab), misalnya cerita Abu Nawas (tokoh yang berpurah- purah bodoh, tapi dengan akalnya yang cerdik selalu membela orang yang lemah).








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar