Selamat Datang di Blog Kajian Sastra Daerah

Minggu, 03 Juni 2012

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA Latar Belakang Bahasa merupakan alat komunikasi utama, dengan bahasa manusia mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada orang lain. Proses-proses pemikiran sangat ditentukan oleh kemampuan berbahasa. Melalui ungkapan bahasa, pikiran perasaan, dan penalaran seseorang dapat dirangsang dan dilatih. Kemampuan menggunakan bahasalah yang paling membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Bahasa memungkinkan manusia untuk menyampaikan informasi dan meneruskan dari generasi kegenerasi, melalui ungkapan secara tertulis. Bahasa memungkinkan manusia untuk membangun kebudayaan serta menguasai ilmu pengetahuan dan dengan demikian peningkatan mutu kehidupan. Bahasa juga dapat mempengaruhi arah perilaku manusia. Akhirnya dapat dikatakan bahwa bahasa memberikan manusia identitasnya, untuk menentukan posisinya didalam dunia dan membentuk tentang dunianya. Untuk memperoleh bahasa nasionalnya, bahasa nasional harus berjuang dalam waktu yang cukup panjang, dan penuh dengan tantangan. Perjuangan demikian harus dilakukan karena adanya kesadaran bahwa disamping fungsinya sebagai alat komunikasi tunggal, bahasa nasional sebagai salah satu ciri kultural yang kedalam menunjukkan kesatuan, dan keluar menyatakan perbedaan dengan bahasa lain. Dengan adanya sifat-sifat yang demikian, maka seharusnyalah kita bangga terhadap bahasa nasional kita. Dalam kenyataannya masih terdapat kesan sebagian penutur bahasa Indonesia belum menunjukkan sikap bangga terhadap bahasa Indonesia yang tampak dalam perilakunya. Adanya kenyataan seperti itu menimbulkan problema bagi bangsa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional. Untuk mencoba memecahkan problema itu perlu dilakukan berbagai usaha, yang dalam hal ini harus ditempuh dua jalur, jalur pertama menuju kepada pembinaan bahasa Indonesia itu sendiri sebagai sistem beserta fungsi yang didukungnya, sehingga diperoleh kemantapan struktur dan ketetapan fungsi, sedangkan jalur kedua mengarah pada pembinaan sikap mental pemakainya, sehingga diperoleh sikap positif terhadap pembinaan yang dilakukan lewat jalur pertama. Dengan pembinaan bahasa indonesia yang ditunjang oleh sikap positif para pemakainya diharapkan bahasa Indonesia akan lebih berbobot dan berwibawa, sebagai aspek-aspek kebahasaan dan fungsinya telah mantap yang bersamaan dengan kesetiaan penutur untuk mengikuti apa yang telah ditetapkan dalam pembinaannya. Apabila hal ini dapat dicapai maka diperkirakan bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan nasional akan dapat terwujud secara nyata berupa perilaku dari setiap pemakaiannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar